Kebakaran Badui | November 2009

16 Jun 2010

Delapan bulan telah berlalu, meninggalkan bekas yang mendalam bagi orang-orang Badui. Dimana pada bulan N0vember 2009 telah terjadi kebakaran di suku Badui yang menghabiskan 113 rumah dan kurang lebih menghabiskan 10 lumbung padi juga. Kejadian itu terjadi disiang hari dimana pada saat itu masyarakat Badui sedang berada di kebun.

Kebakaran itu terjadi di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes Kec. Leuwidamar, Lebak-Banten. Para korban kebakaran sangat mengharapkan bantuan dari kita semuanya.

Dari hasil diskusi saya dengan salah satu orang Badui di Bogor Dia mengatakan; Kami sekarang membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari siapapun, Kami menunggu bantuan dari pemerintah pusat, tapi sampai sekarang belum juga turun. Selama ini bantuan yang kami terima datang dari para orang-orang dermawan dan orang-orang yang peduli terhadap kami. Bantuan yang kami terima berupa makanan, tenda, dan lain-lain.

Disela-sela perbincangan, saya bertanya. Apa yang bisa saya bantu untuk Bapak dan untuk orang sana juga, sedangkan saya tidak ada sesuatu yang bisa saya berikan. Dia menjawab, “Bantal-bantal atuh teu kunanaon asal ulah sare ngagoletak gitu wae” ( Bantal-bantal juga tidak apa-apa asal jangan tidur tergeletak begiut saja). Baju untuk salinpun saya tidak punya karena semuanya terbakar, Orang Badui berkata. Setelah saya bertanya seperti itu saya beli roko Gudang Garam Mera sebungkus, mungkin hanya ini yang saya berkian untuk Bapak sekarang ini. Terus Dia juga berkata, “Lamun dana turun ti Pamarentah Alhamdulllillah, tapi lamun teu turun ya tekunanaon”.

Orang Badui itupun bercerita, “Dua sampi tiga bulan setelah terjadinya kebakaran kami tidak merasakan kehilangan rumah, piring, danlain-lain. Tapi setelah bulan ke empat sampai sekarang, kami baru merasakan bahwa kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Ketika kami mau makan, perasaan kami bahwa kami tuh masih punya peralatan makan, setelah kami sadar ternyata untuk peralatan makan pun kami sudah tidak punya. Sekarang dari kami banyak yang pada setres memikirkan bagaimana harus memenuhi kebutuhan hidup. Rumah sudah tidak punya apapun tidak punya, yang ada hanya pakaian yang melekat dibadan. “Orang Badui Berkata”.

Saya juga bertanya lagi ke Orang Badui itu, “apa yang dibutuhkan oleh Bapak sekarang dan oleh masyarakat disana sekarang. Dia pun menjawab,”yang kami butuhkan sekarang uang, karena uang itu kami butuhkan untuk membangun rumah. Terus saya tanya, “Berapa biaya untuk membuat satu rumah itu Pa?”. Dia menjawab, “Kami membutuhkan dana untuk membangun satu rumah itu sekitar Rp. 15.000.000, Kami bingung!!!!!! Dia juga bilang, tolong bantu carikan bantuan untuk kami. Saya jawab, Iya..Insyaallah…..

Dana itulah yang sedang mereka tunggu dari pemerintah pusat (kucuran dana untuk pembangunan rumah mereka), tapi sampai sekarang belum juga turun.

Mudah-mudahan informasi yang Saya berikan ini bisa membuka pintu hati orang-orang dermawan dan bisa membuka pintu hati para Entrepreneur, para Motivator, para Pengusaha, para Pejabat dan orang-orang yang dititipkan harta lebih oleh Allah semoga bisa menyisihkan hartanya untuk mereka.

Terima kasih kepada semua yang telah membaca kutipan kata-kata dari salah seorang korban kebakaran di Badui. Mudah - mudahan ini bisa membantu dan meringankan mereka.

Informasi ini diambil pada tanggal 13 Juni 2010 sekitar jam 2 siang.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post